RSS

Pelajar SMPN 3 Tilatang Kamang Ikuti Ujian Nasional di Lapas

Amindho Gho Gho K, 15, siswa kelas tiga SMPN 3 Tilatangkamang terpaksa mengikuti Ujian Nasional (UN) di Lapas Klas II Biaro. Amindho ditahan di Lapas sejak 2 Maret 2012 lalu, terkait kasus perkelahian dengan teman satu sekolahnya hingga menyebabkan temannya tersebut meninggal dunia.

Seperti halnya siswa yang mengikuti UN di sekolah, Amindho terlihat mengikuti ujian di ruangan bimbingan dan perawatan Lapas diawasi oleh dua orang pengawas. Meski berada di Lapas dan mengalami berbagai beban mental, namun Amindho terlihat cukup tenang.  

Siswa yang terbilang cukup cerdas dan langganan juara itu, terlihat konsentrasi meyelesaikan soal-soal yang diujikan. Layaknya seperti mengikuti ujian di ruang kelas, Amindho juga mengenakan seragam sekolah putih-dongkernya.

Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Agam, Erwin Umar, tidak membuat konsentrasi Amindho terusik. Seperti tidak sedang terjadi apa-apa, lelaki menanjak remaja tersebut menyelesaikan soal-soal dengan telaten.

Kadisdikpora Agam itu disambut Kepala Lapas Biaro, Suherman. Erwin hanya bisa mengintip Amindho yang tengah mengisi lembaran jawaban UN melalui celah jendela. Amindho dikawal dua pengawas dalam ruangan khusus dan kepala sekolahnya, Erizon di luar. Amindho terlihat mengikuti UN dengan tenang.

Namun Amindho sedikit terkejut setelah mengetahui kamera wartawan yang membidiknya di balik jendela. Mengetahui itu, dia langsung menunduk sambil berusaha menyembunyikan muka.

Erwin Umar menjelaskan, dari 7.665 siswa SMP/MTs di Agam yang mengkuti UN tahun ini, hanya seorang mengikuti UN di Lapas, yakni Amindho. Ia ditahan karena setelah berkelahi yang mengakibatkan temannya meninggal dunia. Sehingga Amindho harus mengikuti UN di Lapas.

Meski ia ditahan, namun pihak sekolah tidak bisa mengeluarkannya begitu, sebelum ada putusan tetap dari pengadilan, sehingga ia pun berhak mengikuti UN sebagaimana siswa lainnya.  

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II Biaro, Suherman, mengatakan Amindho mendapatkan tempat khusus untuk mempersiapkan dirinya menjelang hadapi Ujian Nasional. Sehingga bisa lebih konsentrasi mengadapi ujiannya sebagai langkah untuk melanjutkan pendidikannya kelak.
“Kita sediakan ruangan khusus untuk Amindho untuk belajar. Sehingga dia bisa menghadapi ujiannya dengan baik dan konsentrasi,” ungkap Suherman, beberapa hari yang lalu.

Menurut Suherman, Amindho terpaksa harus mengikuti Ujian Nasional di Lapas, sebab berkas putusan hakim belum ada. Namun Amindho sudah divonis dengan hukuman 2,5 bulan penjara.  ”Sudah divonis, namun berkasnya belum kami terima. Sehingga Amindho terpaksa harus UN di Lapas,” ungkapnya.

Siswa yang terkait pelanggaran Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak itu, sudah berada di Lapas sejak 2 Maret 2012 lalu dan akan menjalaninya hingga 16 Mei mendatang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS